Resep Es Dawet Ireng Khas Purworejo

 – Minuman Legendaris Berwarna Hitam yang Segar dan Penuh Makna

Es Dawet Ireng bukan sekadar minuman segar—ia adalah warisan kuliner khas Purworejo, Jawa Tengah, yang menyimpan keunikan dari warna hingga bahan pembuatnya. Berbeda dengan dawet hijau yang umum ditemui, dawet ini berwarna hitam pekat alami, berasal dari abu merang yang dipercaya masyarakat setempat sebagai bagian dari kearifan lokal turun-temurun.

Rasanya? Manis gula jawa, gurih santan, dan kenyalnya cendol hitam menciptakan harmoni rasa yang menyejukkan tenggorokan dan menyegarkan jiwa. Cocok dinikmati siang hari, sebagai takjil berbuka puasa, atau sajian istimewa di acara keluarga seperti khitanan, pernikahan, hingga arisan.

Yang menarik: meski berwarna hitam, Es Dawet Ireng aman, alami, dan bebas pewarna kimia berlebihan—karena warnanya berasal dari proses tradisional yang telah diuji waktu.


Keunikan Es Dawet Ireng Purworejo

  • ✅ Warna hitam alami dari abu merang (abu jerami padi)
  • ✅ Tekstur cendol kenyal berkat campuran tepung beras + tepung sagu
  • ✅ Rasa autentik dari gula jawa asli dan santan kelapa segar
  • ✅ Filosofi lokal: “Ireng” (hitam) melambangkan kesederhanaan dan kekayaan alam Jawa
  • ✅ Cocok untuk semua usia—dari anak-anak hingga lansia

Bahan-Bahan (Untuk 4–5 Gelas)

Untuk Cendol Hitam:

  • Tepung beras – 60 gram
  • Tepung sagu – 50 gram
  • Air – 600 ml
  • Garam – 1 sendok teh
  • Abu merang – 1½ sendok makan, larutkan dalam 50 ml air, lalu saring hingga bersih
  • Pewarna makanan hitam – ⅛ sendok teh (opsional, hanya jika ingin warna lebih pekat)

Untuk Sirup Gula Jawa:

  • Gula jawa/gula merah – 250 gram, iris halus
  • Daun pandan – 2 lembar, simpulkan
  • Air – 250 ml
  • Vanilla essence – 2 tetes (opsional, untuk aroma harum)

Untuk Kuah Santan:

  • Santan segar – 500 ml (dari ½ butir kelapa)
  • Daun pandan – 2 lembar
  • Garam – ¼ sendok teh

Pelengkap:

  • Buah nangka matang – secukupnya, potong kecil (opsional)
  • Es batu – secukupnya

Cara Membuat Es Dawet Ireng yang Autentik

  1. Buat adonan cendol:
    Campur tepung beras, tepung sagu, air, garam, larutan abu merang yang sudah disaring, dan pewarna hitam (jika pakai). Aduk rata hingga tidak bergerindil.
  2. Masak adonan:
    Masak di atas api sedang sambil terus diaduk hingga adonan mengental dan meletup-letup (sekitar 8–10 menit). Angkat.
  3. Cetak cendol:
    Siapkan baskom berisi air es. Letakkan cetakan cendol di atasnya. Tuang adonan panas ke dalam cetakan, lalu tekan perlahan agar cendol jatuh ke air es. Ulangi hingga habis. Tiriskan.
  4. Buat sirup gula jawa:
    Rebus gula jawa, daun pandan, dan air hingga larut dan sedikit mengental. Tambahkan vanilla essence jika suka. Saring, lalu dinginkan.
  5. Masak kuah santan:
    Rebus santan dengan daun pandan dan garam sambil diaduk perlahan hingga mendidih (jangan sampai pecah). Dinginkan.
  6. Sajikan:
    Dalam gelas saji, masukkan:

    • 1–2 potong nangka (jika pakai)
    • 3–4 sendok makan cendol hitam
    • Tuang kuah santan
    • Tambahkan es batu
    • Siram dengan sirup gula jawa secukupnya

    Aduk perlahan sebelum diminum—nikmati kesegarannya!


Tips Sukses

  • Abu merang harus disaring halus agar tidak ada partikel kasar dalam cendol.
  • Jika tidak punya abu merang, Anda bisa melewatkan bahan ini, tapi warna akan kurang pekat (gunakan hanya pewarna hitam alami dari arang bambu atau activated charcoal food-grade).
  • Untuk rasa lebih autentik, gunakan gula jawa asli (bukan gula pasir + pewarna).
  • Simpan cendol dalam air matang di kulkas maksimal 2 hari.

Catatan Pengetahuan: Filosofi dan Nilai Budaya di Balik Es Dawet Ireng

1. Abu Merang: Warisan Pertanian Jawa
Abu merang berasal dari pembakaran jerami padi—bahan limbah pertanian yang diolah menjadi sumber alkali alami. Dalam kuliner tradisional, abu ini digunakan untuk memberi warna, aroma, dan tekstur khas pada makanan seperti lontong, ketupat, dan dawet ireng.

2. “Ireng” Bukan Sekadar Warna
Dalam budaya Jawa, warna hitam (ireng) melambangkan kesederhanaan, ketenangan, dan kedalaman. Es Dawet Ireng mengajarkan nilai: keindahan bisa lahir dari hal yang sederhana dan lokal.

3. Dawet sebagai Simbol Kemakmuran
Dalam tradisi Jawa, dawet sering disajikan dalam acara midodareni (malam sebelum pernikahan) sebagai simbol harapan agar pengantin selalu “manis” dalam kehidupan. Versi hitam dari Purworejo memperkaya keragaman makna ini.

4. Minuman Fungsional Alami
Santan memberi energi, gula jawa kaya mineral (zat besi, kalium), dan cendol dari tepung beras mudah dicerna—menjadikan Es Dawet Ireng bukan hanya segar, tapi juga bergizi.

5. Pelestarian Kuliner Lokal
Popularitas Es Dawet Ireng di jalur Purworejo–Yogyakarta membuktikan bahwa kuliner daerah bisa go nasional tanpa kehilangan jati dirinya—selama masyarakat terus melestarikannya.


Ingin resep minuman tradisional lain seperti es doger, es campur Betawi, atau wedang ronde? Kunjungi serbaserbi.id untuk eksplorasi aneka minuman khas Nusantara yang autentik, sehat, dan penuh cerita!

Selamat mencoba—dan rasakan sejuknya warisan Purworejo dalam setiap teguk! 🌑🥥

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *